Budaya

Cheng Ho Festival 2018

29 Jul - 01 Jan 2018

Semarang
  • Tgl Posting Jumat, 04 Mei 2018
  • 732 kali dilihat

Foto: semarangkota.go.id

Tujuh ekspedisi internasional selama 28 tahun secara berturut-turut, yang dilakukan sejak tahun 1405 oleh Laksamana Cheng Ho (ada yang menyebutnya dengan Zheng He) dan armadanya dari Tiongkok, telah membawa mereka singgah di 37 negara. Dalam salah satu ekspedisi tersebut, mereka berlabuh di pantai utara Jawa, tepatnya di Pantai Simongan, Semarang, Jawa Tengah.

Peristiwa bersejarah itulah yang melatari penyelenggaraan festival ini. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bekerja sama dengan para pemuka Klenteng Tay Kak Sie dan Klenteng Sam Poo Kong serta komunitas Tionghoa Semarang, akan menggelar Festival Budaya Cheng Ho atau Cheng Ho Festival 2018 pada 29 Juli 2018 di Semarang.

Pawai budaya mengarak patung Laksamana Cheng Ho menjadi acara puncak dalam festival. Pawai tersebut menempuh jarak 6 km dari Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok ke Klenteng Sam Poo Kong di Jalan Simongan. Diperkirakan, ribuan orang akan bergabung dalam parade.

Di samping pawai, ada sejumlah acara yang menarik seperti seminar, pertemuan bisnis dan pertunjukan seni. Sebelum memulai seluruh rangkaian acara itu, festival dimulai dengan doa dan ritual.

Menurut sejumlah catatan, pelayaran bersejarah yang dipimpin Cheng Ho itu, selain singgah di Indonesia, juga berlabuh di negara-negara Asia lainnya, Timur Tengah dan Afrika. Di setiap tempat yang disinggahi, Sang Laksamana mengenalkan cara hidup orang-orang Tiongkok, juga menumbuhkan rasa persaudaraan dengan penduduk setempat, misalnya dengan membangun masjid dan rumah doa yang mencerminkan akulturasi, dan sebagainya.

Setelah tinggal beberapa waktu, Cheng Ho beserta armadanya berlayar meninggalkan Jawa. Namun, tak sedikit perwira dan krunya yang memutuskan untuk tinggal dan menetap di Simongan. Mereka lantas menikah dengan perempuan-perempuan setempat. Makanya, kini terlihat banyak warga Simongan yang keturunan Tionghoa.

Saat menginjakkan kaki di Simongan pada abad ke-15, Cheng Ho menemukan sebuah gua kecil di lereng bukit berbatu. Lokasi itu dipilih Cheng Ho sebagai tempat berdoa, dan di situlah ia bangun sebuah klenteng kecil. Klenteng Sam Poo Kong yang hingga sekarang masih berdiri dibangun di tempat di mana Cheng Ho berdoa dan bermeditasi.

Menuju Semarang dapat dilakukan melalui transportasi darat, laut dan udara. Untuk akomodasi dan transportasi dalam kota, banyak pilihan tersedia. Selain Cheng Ho Festival, ibukota Jawa Tengah ini memiliki tempat-tempat bersejarah lainnya yang menarik dikunjungi, juga menawarkan banyak lokasi untuk melakukan wisata kuliner dan wisata alam.


Narahubung:
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah
Telepon: +62 24 3546001; +62 24 3557647
Email: budpar@jatengprov.go.id
Situs web: www.central-java-tourism.com; www.visitjawatengah.com