Budaya

Festival Danau Kelimutu 2017

Tanggal ditentukan kemudian

Ende
  • Tgl Posting Selasa, 18 Jul 2017
  • 387 kali dilihat

Danau Kelimutu adalah sebuah danau yang terletak di puncak gunung api Kelimutu di desa Pemo, kecamatan Kelimutu. Kelimutu berasal dari dua kata yakni “keli” yang berarti “gunung” dan “mutu” yang berarti “mendidih”. Danau ini juga tersohor sebagai Danau Tiga Warna dan pernah diangkat sebagai gambar uang kertas R.I. pecahan Rp 5000 lebih dari dua dasawarsa yang lampau. Masyarakat setempat percaya bahwa warna-warna merah, biru dan putih—dan variasinya seiring musim—memiliki makna tersendiri dan menyimpan kekuatan alam yang mahadahsyat. Tiwu atau danau ini dibagi menjadi tiga ranah menurut warnanya. Danau yang berwarna merah atau “tiwu ata polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan seperti guna-guna. Danau yang berwarna biru atau “tiwu nuwa muri koo fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang airnya berwarna putih atau “tiwu ata mbupu” adalah tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Festival Danau Kelimutu menjadikan danau yang berada di puncak Gunung Kelimutu ini kian berwarna. Beragam atraksi ditawarkan penyelenggara untuk memeriahkan acara yang biasanya digelar setiap bulan Agustus setiap tahun. Festival Danau Kelimutu digagas oleh Pemerintah Daerah yang bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata.Berbagai pertunjukan seni dan budaya, berbagai macam lomba olahraga seperti lomba trekking, serta pameran produk dan jasa dari seluruh kabupaten di NTT ikut memeriahkan Festival Danau Kelimutu. Berbagai kegiatan ini diharapkan bakal menjadi magnet datangnya wisatawan baik domestik maupun mancanegara.Acara terpusat di Taman Renungan Bung Karno.Namun puncak acara festival adalah tradisi ritual Pati Ka dari kelompok etnis Lio di Flores berada di puncak Kelimutu. Mereka percaya bahwa Danau Kawah Kelimutu adalah tempat peristirahatan terakhir untuk jiwa, tempat semua jiwa kembali setelah perjalanan hidup berakhir. Selama ritual persembahan hadir dari berbagai jenis makanan untuk nenek moyang. Ritual ini mengungkapkan rasa syukur atas tahun lalu melalui doa dan meminta berkat, kesejahteraan, kesehatan, dan kehidupan yang baik untuk tahun mendatang.

Penyelenggara
Pemerintah Kabupaten Ende
Jalan Sukarno no.36, Kelurahan Kotaratu, Ende Utara,                      
Kabupaten Ende.
http://www.endekab.go.id
Telepon : +62-382-21303