Budaya

Festival Danau Sentarum Betung Kerihun 2018

27 - 29 Okt 2018

Kapuas Hulu
  • Tgl Posting Rabu, 29 Aug 2018
  • 452 kali dilihat

Foto: Dok. Kemenpar

Orang sering menyebutnya dengan Festival Danau Sentarum, kendati sebutan lengkapnya adalah Festival Danau Sentarum Betung Kerihun (FDSBK). Keduanya merupakan sebutan untuk satu event yang berlangsung di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Nama festival tersebut diambil dari dua destinasi wisata andalan Kapuas Hulu, yakni Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, FDSBK 2018 akan digelar pada 27-29 Oktober 2018 di wilayah Indonesia yang berbatasan dengan negeri tetangga, Malaysia, itu. Rangkaian keseluruhan acara akan dipusatkan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, atau tepatnya di empat lokasi berbeda di kawasan itu, yakni Putussibau sebagai kota kabupaten Kapuas Hulu, Lanjak sebagai kecamatan yang berada dalam kawasan Danau Sentarum, Badau sebagai kota perbatasan dengan Malaysia, serta Sriaman untuk start bersepeda menelusuri Jantung Borneo.

Dalam event yang berlangsung selama tiga hari itu, terdapat beragam acara yang dijamin sangat menarik. Ada Parade Perahu Tradisional yang menyusuri Danau Sentarum, menggunakan perahu hias khas suku Dayak yang disebut Parau Tambe; Festival Minum Madu yang merupakan parade minum madu asli Danau Sentarum, diikuti ribuan peserta termasuk warga setempat dengan mengenakan pakaian adat masing-masing; Danau Sentarum Cruise, yakni kegiatan mengarungi Danau Sentarum dengan kapal motor khas Kapuas Hulu yang berjuluk Kapal Bandong; Kontes Arwana Red yang merupakan ikan khas Kapuas Hulu, yang harganya tergolong sangat mahal; dan Sentarum Ethnic Music Festival yang menyuguhkan pertunjukan seni tradisional masyarakat Kapuas Hulu, seperti seni tari, musik dan kesenian lainnya.

Selain itu, masih ada acara-acara lainnya yang tak kalah menarik, seperti bersepeda menyusuri Jantung Borneo, Danau Sentarum Expo, lomba olahraga tradisional, lomba foto, lomba dan ekspedisi masakan tradisional, dan sebagainya.

Menurut data dari Kementerian Pariwisata, jumlah wisatawan yang datang ketika FDSBK digelar bisa mencapai angka lebih dari 7.000, sebagian besar malah wisatawan dari Malaysia. Makanya, penyelenggaraannya tahun ini diproyeksikan dapat menjadi pemicu masuknya lebih banyak lagi wisatawan mancanegara dari Malaysia dan Brunei, apalagi Danau Sentarum hanya satu jam perjalanan darat dari PLBN Badau.

Untuk menuju lokasi festival, terutama bagi yang berasal dari luar Kalimantan, perlu terbang menuju ke Bandara Supadio di Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Dari bandara ini perjalanan darat menuju Kapuas Hulu membutuhkan waktu sekitar 18 jam, mungkin bisa lebih cepat bila kondisi jalan Trans Kalimantan semakin membaik.

Sebenarnya transportasi Pontianak-Kapuas Hulu tak hanya darat. Ada maskapai yang melayani penerbangan dari Bandara Supadio ke Bandara Pangsuma di Kecamatan Putussibau, Kapuas Hulu, tapi penerbangan tersebut bisa dibilang masih terbatas.

Soal akomodasi di lokasi festival, tak perlu khawatir. Ada puluhan hotel atau penginapan di Kabupaten Kapuas Hulu yang bisa dipilih untuk menginap.


Narahubung:
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat
Telepon: +62 561 742838
Email: pariwisata@kalbar.go.id; info-rn@borneo-equatorism.com
Situs web: disparekraf.kalbarprov.go.id