Budaya | Olahraga

Festival Gebug Seraya 2017

Tanggal ditentukan kemudian

Karang Asem
  • Tgl Posting Selasa, 18 Jul 2017
  • 253 kali dilihat

Gebug Seraya merupakan pertunjukan warisan budaya dan tradisi leluhur yang masih hidup hingga saat ini. Dalam pertunjukan perang tanding ini dua orang peserta berhadapan, memegang sebatang rotan sepanjang 1,5-2 meter untuk menggebuk lawannya dan sebuah perisai yang dinamakan “ende” untuk menangkis pukulan lawan. Kedua pemain berpakaian adat Bali dengan ikat kepala atau udeng berwarna merah sebagai perlambang keberanian dan mengenakan kain sarung. Sebelum gebug seraya dimulai, para tetua adat melakukan sembahyang  dan memohon agar upacara ini berlangsung lancar dan membawa kemakmuran bagi warga. Perang tanding akan berlangsung selama sepuluh menit dan di sini sang wasit atau “saye” tidak akan menentukan siapa pemenangnya. Bunyi gamelan yang nyaring makin memicu semangat pemain dalam bertarung. Setelah pertandingan, tentu ada saja memar atau luka goresan di kulit para pemain. Mereka percaya bahwa apabila ada darah yang menitik setelah pertandingan itu, hujan akan diturunkan dari langit. Tradisi ini diadakan pada saat terjadi musim kemarau panjang untuk memohon agar hujan diturunkan.

Desa Seraya terletak di dataran tinggi yang cenderung kering dan sangat mengandalkan curah hujan untuk pertanian dan penghidupan.  Warga Seraya memiliki fisik yang kuat. Nenek moyang mereka terkenal sebagai orang-orang yang teguh dan kuat dalam menjaga Kerajaan Karangasem. Kegiatan ini berdampak positif untuk membangkitkan kembali gairah masyarakat dalam rangka pelestarian dan pengembangan seni khususnya kesenian gebug Seraya yang hanya ada di Desa Seraya dan sekaligus dapat menumbuhkembangkan potensi seni budaya yang ada di Kab. Karangasem. Festival ini dimeriahkan dengan tari-tarian yang pesertanya terdiri dari dewasa maupun anak-anak yang berasal dari masyarakat Desa Seraya. Selain tarian gebug ende, ditampilkan pula hiburan rakyat, pameran kuliner khas Desa Seraya, pementasan tari anak-anak Seraya, pementasan genjek dan pagelaran lawak untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Setiap tahun, upacara reliji ini diselenggarakan antara bulan Oktober hingga Desember.

Penyelenggara
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali 
Gedung Civic Centre  Unit 11 Lt. III
Jl. Kapten Jaya Tirta, Amlapura 80811

 www.karangasemtourism.com
disbudpar@karangasemkab.go.id
+62-363-21196
Twitter :@gebugende
Instagram: festifal_gebugseraya