Budaya

Festival Ya'ahowu 2018 Digelar di Nias Selatan

16 - 20 Nov 2018

Nias Selatan
  • Tgl Posting Selasa, 05 Des 2017
  • 1590 kali dilihat

SUMBER: BUKTIPERS.COM

Pesta Ya'ahowu 2017 sudah usai. Kota Gunungsitoli sebagai tuan rumah telah menggelar owasa (bahasa setempat yang berarti pesta), begitu meriah. Kini kita menatap pada owasa tahun 2018 yang digelar di Telukdalam, Nias Selatan 16-20 November 2018. Nama acaranya pun diubah menjadi Ya'ahowu Nias Festival (YNF) 2018.

Bagi wisatawan, menikmati kebudayaan di pulau terdepan dan terluar, yang kaya dengan seni budaya dan adat istiadat ini, sangat tepat saat diselenggarakannya Festival Ya'ahowu Nias. Apalagi, pada saat yang bersamaan, Pulau Nias sedang musim durian. Durian nias jangan tanya rasanya. Seperti kata almarhum Bondan Winarno, maknyus. 

Hujan yang sempat turun deras pada awal acara pembukaan Pesta Ya'ahowu 2017, 23 November, tidak sedikit pun mengurangi semangat para peserta dari kelima daerah di Kepulauan Nias untuk tampil. Berbagai atraksi budaya seperti fahiwö, menjadi sajian pembuka acara itu.

Salah satu yang menarik pada Pesta Ya'ahowu 2017, yakni digelarnya festival mematung. Kelima daerah Pulau Nias mengirimkan pematung andalan mereka untuk berlomba menjadikan batang pohon berupa gelondongan menjadi patung bernilai seni.

Kemeriahan yang sama segera dirancang oleh Kabupaten Nias Selatan sebagai tuan rumah pada Festival Ya'ahowu Nias 2018. Kepala Dinas Pariwisata Nias Selatan  Anggreani Dachi tengah bekerja keras mempersiapkan acara ini dengan baik. 

"Kami sudah mulai hitung mundur. Tersisa 49 minggu 2 hari lagi untuk kami mempersiapkan agenda pariwisata ini. Kami terus berbenah, terutama mempersiapkan tempat-tempat penginapan berupa homestay. Ini untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang datang seminggu sebelum dan sesudah acara. Kapasitas hotel di Telukdalam, Nias Selatan, hanya bisa menampung sekitar 1.000 tamu, pasti akan tidak cukup. Selain hotel di Gunungsitoli, kami persiapkan rumah-rumah inap," ujar Anggreani, Selasa (5/12/2017).

Bupati Nias Selatan Hilarius Duha juga mengajak semua SKPD-nya untuk fokus menyukseskan program kepariwisitaan ini. Pembenahan-pembenahan infrastruktur terutama untuk akses pada daerah tujuan wisata terus dilakukan.

Animo masyarakat untuk datang ke Nias sudah tinggi. Hal ini didukung oleh banyaknya rute penerbangan yang dilayani oleh maskapai penerbangan Garuda dan Lion. 

Janji Presiden Joko Widodo yang akan segera membangun peningkatan panjang landasan pacu Bandara Binaka diharapkan segera diwujudkan. Ini akan pasti mendobrak jumlah kunjungan ke Pulau Nias. Sebab, dengan penambahan panjang landasan pacu, penerbangan dari sejumlah kota di Nusantara langsung ke Nias dimungkinkan, tidak perlu lagi transit terlebih dahulu ke Kualanamu, Deli Serdang.

Peran Kementerian Pariwisata yang terus mendukung pelaksanaan festival sangat diapresiasi. Perhelatan-perhelatan besar seperti Festival Ya'ahowu Nias menjadi penarik wisatawan luar negeri meminati Indonesia yang kaya akan budayanya. 

Festival ini juga sangat kental dengan misi persatuan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika.