Budaya

Pesta Rakyat Banda 2018

04 - 11 Nov 2018

Maluku Tengah
  • Tgl Posting Kamis, 06 Sep 2018
  • 890 kali dilihat

Foto: Dok. Kemenpar

Kepulauan Banda, yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Maluku Tengah di Provinsi Maluku, menyimpan torehan historis yang mengagumkan. Tentunya hal tersebut melengkapi budaya nan unik dan bentang alam nan indah yang telah dimilikinya sejak dulu. Pesta Rakyat Banda menjadi ajang untuk menampilkan, sekaligus mempromosikan, keunikan dan keindahan Banda ke panggung dunia.

Bertempat di Banda Neira atau Banda Naira, salah satu pulau di Kepulauan Banda, Pesta Rakyat Banda 2018 akan digelar dari tanggal 4 hingga 11 November 2018. Banyak acara menarik dan menyenangkan yang bakal disuguhkan dalam pesta tersebut, mulai dari pertunjukan musik, tari dan teater, bazar kuliner, pameran kerajinan, lomba perahu tradisional sampai berbagai workshop dan dialog sejarah. Festival Rakyat Banda menjadi semacam wadah di mana elemen-elemen seni-budaya dan alam berpadu secara harmonis.

Terletak di selatan Pulau Seram atau tenggara Pulau Ambon, Kepulauan Banda terdiri atas 10 pulau vulkanis yang tersebar di Laut Banda. Sudah terbayang bagaimana keindahan pulau-pulau tropis itu beserta pantai-pantainya, termasuk keelokan yang ditawarkan Gunung Api Banda.

Meskipun lokasinya bisa dikatakan agak terpencil, wilayah tersebut disebut-sebut pernah berada di garis depan sejarah dunia. Informasi yang tertera di situs web Pesta Rakyat Banda menyebutkan bahwa pada abad ke-16, Portugal, Belanda dan Inggris berkompetisi menjadi penguasa tunggal pulau-pulau yang menghasilkan salah satu komoditas yang paling banyak dicari, yakni pala. Pada abad ke-17, Pulau Rhun menjadi pusat perniagaan penting karena produksi palanya yang bernilai amat tinggi.

Sisa-sisa perkebunan pala itu hingga kini masih bisa ditemui, termasuk sejumlah peninggalan lainnya dari pemerintah kolonial. Makanya, ketika berada di Banda Neira untuk menyaksikan Pesta Rakyat Banda, sempatkan untuk melakukan wisata sejarah dengan mengunjungi beberapa peninggalan penting seperti Benteng Belgica, Rumah Budaya Banda Neira, Istana Mini yang dulu pernah ditinggali Gubernur Jenderal VOC JP Coen, Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir, dan Gereja Tua yang dulu menjadi tempat peribadatan orang-orang Belanda.

Di samping wisata sejarah, Banda punya sejumlah destinasi yang menawarkan pemandangan dan suasana alam yang menakjubkan. Selain menikmati pantai-pantai berpasir putih, di beberapa lokasi para pengunjung bisa melakukan kegiatan snorkeling dan menyelam (diving). Pulau-pulau yang sekiranya wajib dikunjungi antara lain Pulau Rhun, Pulau Hatta, Pulau Nailaka dan Pulau Pisang. Sempatkan pula untuk berkunjung ke Desa Lontoir, Lava Flow dan Gunung Api Banda.

Perjalanan menuju Banda dapat kita mulai dari Ambon. Jika tiba di Bandara Pattimura, Ambon, sebelum pukul 8 pagi, kita bisa menumpang pesawat kecil ke Banda dengan durasi terbang sekitar 50 menit. Layanan penerbangan ini hanya ada di hari Rabu dan Jumat.

Untuk jalur laut Ambon-Banda, tersedia layanan pelayaran kapal cepat ber-AC setiap Selasa dan Sabtu dengan jadwal pemberangkatan pukul 9 pagi. Waktu tempuhnya sekitar lima jam. Ada pula kapal Pelni yang melayani pelayaran setiap Sabtu; berangkat dari Ambon pukul 00.00 dan sampai di Banda pukul 08.00. Sebaliknya, pelayaran dari Banda dilayani setiap hari Minggu pukul 08.00 dan sampai di Ambon pukul 16.00.

Untuk akomodasi, tersedia sejumlah hotel/penginapan di Banda Neira yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kocek kita. Disarankan untuk mempersiapkan perjalanan ini jauh hari sebelumnya, agar segala urusan mulai dari perjalanan, pelayaran, penerbangan hingga penginapan tidak mengalami kendala.


Narahubung:
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku
Telepon: +62 911) 312300
Email: disbudparmaluku@yahoo.com
Situs web: pariwisata.malukuprov.go.id